新闻是有分量的

Apakah tarif flat baru Go-Jek akan efektif?

2015年8月11日上午10:04发布
2015年8月11日上午10:04更新

Setelah menerapkan tarif flat “Ceban Ramadhan”Rp 10.000 dari bulan 8 Juni hingga 10 Agustus lalu,Go-Jek mulai Senin,10 Agustus,mengumumkan tarif flat baru。

Besarannya adalah Rp 15.000 untuk layanan Transportasi,dan Rp 10.000 untuk layanan Instant Courrier,Shopping,dan Go-Food。

Tarif flat baru tersebut berlaku mulai hari ini,Selasa,11 Agustus,hingga tanggal yang belum ditentukan。

Akan tetapi tarif tersebut hanya berlaku di wilayah Jakarta saja。 Sedangkan kota-kota lain seperti Bandung,Surabaya,Makassar,dan Bali masih menerapkan tarif flat yang sama,yaitu Rp 10.000 untuk semua layanan。

Melalui pengumuman resmi yang disebar Go-Jek,penyesuaian tarif tersebut dilakukan karena meningkatnya jumlah order yang harus diselesaikan oleh para Driver。 Di sisi lain Go-Jek ingin memastikan pengguna benar-benar mendapatkan Driver。

Tarif tersebut memang sangat menarik bagi pengguna。 Apalagi kompetitor terbesar Go-Jek,yakni GrabTaxi dengan layanan GrabBike mereka,juga menawarkan promo tarif flat ang lebih murah,yaitu Rp 5.000。

Akan tetapi dari pengalaman menggunakan dan berbicara langsung dengan sejumlah Driver Go-Jek dan GrabBike di Jakarta yang terjadi malah sebaliknya。

Banyak Driver yang malah memanfaatkan dan mengakali promo tersebut。 Jadi mereka akan lebih memprioritaskan pesanan pengguna yang memiliki total tarif yang tinggi dan cenderung menolak pesanan yang memiliki jarak dari dan tujuan yang lebih dekat。

Hal itu dilakukan oleh para Driver karena mereka ingin mendapatkan bonus yang lebih banyak。 Sebagai contoh,seorang pengguna yang memesan transportasi dari titik A ke titik B akan dikenakan tarif Rp 45.000。

Selama periode tarif flat ,pengguna cukup membayar Rp 10.000(Go-Jek)dan Rp 5.000(GrabBike),sedangkan sisanya akan dibayar oleh kedua perusahaan tersebut ke Driver。 Dengan sistem ini,semakin jauh jarak yang dilayani,maka semakin banyak bonus yang mereka terima。 -Rappler.com

Tulisan ini sebelumnya diterbitkan di situs berita teknologi dan startup

BACA JUGA: