新闻是有分量的

#BijakBersosmed:Kampanye penggunaan media sosial yang positif

2017年8月26日下午9点32分发布
2017年8月26日下午9:32更新

比亚克。 Para penggiat media sosial mengajak publik untuk bijak menggunakan platform tersebut melalui kampanye #BijakBersosmed pada Sabtu,26 Agustus。 Foto oleh Bernadinus Adi / Rappler

比亚克。 Para penggiat media sosial mengajak publik untuk bijak menggunakan platform tersebut melalui kampanye #BijakBersosmed pada Sabtu,26 Agustus。 Foto oleh Bernadinus Adi / Rappler

雅加达,印度尼西亚 - Para penggiat媒体sosial,komunitas dan berbagai organisasi berkumpul di Jakarta pada Sabtu,26 Agustus untuk meluncurkan gerakan #BijakBersosmed。 Tujuannya,mereka ingin mendorong dan menjaga penggunaan media sosial di Indonesia lebih positif。

Jika melihat trend penggunaannya,媒体sosial akhir-akhir ini lebih banyak dimanfaatkan inuk menyebar ujaran kebencian。 Selain itu,oknum tertentu menggunakan media sosial menyebarkan informasi yang tidak benar atau hoax。 Perilaku itu bahkan dimonetasi sehingga dapat menghasilkan keuntungan secara materi。

Hal itu terbukti ketika polisi menangkap grup Saracen yang menyebar informasi hoax secara sengaja。 Bahkan,menurut informasi polisi,kelompok itu menjadikan penyebaran informasi hoax sebagai lahan bisnis。

“民政党ini berawal dari semacam kegemasan pada media sosial yang semakin kemari membuat kita lelah membacanya。 Lalu,di tahun-tahun mendatang,akan menjadi tahun politik,pertentangan kompteisi通过平台 - 平台媒体sosial akan lebih sengit lagi,“ujar Koordinator Gerakan #BijakBersosmed,Enda Nasution di Jakarta。

Gerakan itu juga berangkat dari rasa prihatin terhadap munculnya fenomena pemanfaatan media sosial oleh sebagian orang yang justru memproduksi konten untuk memecah belah persatuan。 Pembentukan opini melalui media sosial di Indonesia tergolong mudah,lantaran tingginya warga Indonesia yang aktif di platform tersebut。

“Media sosial saat ini merupakan bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia。 Lebih dari 132 juta populasi Indonesia atau sekitar 51 persen dari total populasi terhubung melalui dunia maya,“kata dia。

Sementara,di sisi lain,dinamika politik,ekonomi dan sosial di Indonesia yang tinggi membuat atmosger media sosial belakangan menjadi lebih ramai。

Di tempt yang同样,首席人力资源官Indosat Oreedo,Rippy Mangkoesoebroto berharap peluncuran gerakan ini bisa menjadi upaya awal dalam penyampaian informasi yang baik dan benar。 - dengan laporan ANTARA / Rappler.com